Friday, 14 December 2012

MAKALAH KATARAK


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang

Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi protein lensa, atau terjadi akibat kedua-duanya (Ilyas, 2009). Kekeruhan ini dapat mengganggu jalannya cahaya yang melewati lensa sehingga pandangan dapat menjadi kabur hingga hilang sama sekali. Penyebab utama katarak adalah usia, tetapi banyak hal lain yang dapat terlibat seperti trauma, toksin, penyakit sistemik (seperti diabetes), merokok dan herediter (Vaughan & Asbury, 2007). Berdasarkan studi potong lintang prevalensi katarak pada usia 65 tahun adalah 50% dan prevalensi ini meningkat hingga 70% pada usia lebih dari 75 tahun (Vaughan & Asbury, 2007).

Katarak merupakan masalah penglihatan yang serius karena katarak dapat mengakibatkan kebutaan. Menurut WHO pada tahun 2002 katarak merupakan penyebab kebutaan yang paling utama di dunia sebesar 48% dari seluruh kebutaan di dunia. Setidaknya terdapat delapan belas juta orang di dunia menderita kebutaan akibat katarak. Di Indonesia sendiri berdasarkan hasil survey kesehatan indera 1993-1996, katarak juga penyebab kebutaan paling utama yaitu sebesar 52%.

Katarak memang dianggap sebagai penyakit yang lumrah pada lansia. Akan tetapi, ada banyak faktor yang akan memperbesar resiko terjadinya katarak. Faktor-faktor ini antara lain adalah paparan sinar ultraviolet yang berlebihan terutama pada negara tropis, paparan dengan radikal bebas, merokok, defesiensi vitamin (A, C, E, niasin, tiamin, riboflavin, dan beta karoten), dehidrasi, trauma, infeksi, penggunaan obat kortikosteroid jangka panjang, penyakit sistemik seperti diabetes mellitus, genetik dan myopia.




1.2   Tujuan
            Tujuan Umum
1.      Perawat dan pembaca dapat mengetahui definisi penyakit Katarak.
2.      Perawat dan pembaca dapat mengetahui bagaimana jenis-jenis penyakit Katarak.
Tujuan Umum
1.      Perawat dan  pembaca dapat mengetahui bagaimana gejala dan tanda-tanda penyakait Katarak.
2.      Perawat dan pembaca dapat mengetahui bagaimana penyebab penyakit Katarak.
3.      Perawat dan pembaca dapat mengetahui bagaimana pengobatan penyakit Katarak.

1.3  Manfaat

1.      Dengan adanya makalah ini kita dapat mengetahui karakteristik dari penyakit Katarak.
2.      Dengan adanya makalah ini kita dapat mengantisipasi terjadinya penyakit Katarak.


1.4  Rumusan Masalah

1.      Bagaimana penyakit Katarak bisa menyerang manusia ?.
2.      Bagaimana awal terjadinya penyakit Katarak ?.
3.      Bagaimana cara pengobatan penyakit Katarak ?.





BAB II
LANDASAN TEORI
Penyakit Katarak pada Mata
2.1   Definisi Katarak
Katarak merupakan suatu jenis penyakit mata yang dicirikan dengan adanya noda putih seperti awan pada lensa mata. Pada lensa mata normal banyak mengandung air dan pasokan oksigen yang cukup, sehingga cahaya dapat menembusnya dengan mudah. Sel-sel baru pada lensa mata akan selalu terbentuk. Banyak faktor yang menyebabkan daerah di dalam lensa menjadi buram, keras, kasar dan pejal. Lensa mata yang tidak normal tidak dapat meneruskan cahaya ke retina mata untuk diproses dan dikirim kembali melalui syaraf optik ke otak.
http://www.katarakmata.com/wp-content/uploads/2011/08/bentuk-mata-katarak.jpg
Penderita katarak banyak didera di negara-negara yang memiliki iklim tropis seperti Indonesia, bahkan di Indonesia sendiri penderita katarak telah mencapai 2.000.000 orang dan akan terus bertambah 240.000 jiwa per tahunnya. Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan permanen. Hal tersebut didukung oleh faktor usia, radiasi dari sinar ultraviolet, kurangnya gizi dan vitamin serta faktor tingkat kesehatan dan penyakit yang diderita.
Katarak dapat mempengaruhi perubahan pada lensa mata yang sebelumnya terlihat jernih dan masih dapat melihat dengan normal. Penderita katarak akan mengalami gejala-gejala umum seperti penglihatan mulai kabur, kurang peka dalam menangkap cahaya sehingga cahaya yang dilihat hanya berbentuk lingkaran semu, lambat laun akan terlihat seperti noda keruh berwarna putih di bagian tengah lensa, kemudian penderita katarak ini akan sulit menerima cahaya untuk mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina.
Katarak pada umumnya diderita oleh mereka yang telah berusia lanjut diatas usia 50 tahun keatas, namun tak menutup kemungkinan katarak dapat didera oleh bayi yang baru lahir karena cacat bawaan, mungkin dikarenakan oleh sang ibu teridentifikasi suatu virus ( rubella ) di masa kehamilannya.
2.2   Jenis Katarak seperti berikut

2.2.1        Katarak Kongenital
Katarak untuk jenis satu ini, biasanya dialami oleh bayi atau balita dan anak-anak atau ada yang dari bawaan lahir karena kesalahan oleh ibunya ketika mengandung. Katarak jenis ini dapat ditangani dengan melakukan operasi atau pembedahan dengan cara Disisio atau ekstraksi linear dan ekstrasi dengan fakoemulasifikasi untuk mencegah ambnliopia eksnopsia. Setelah melakukan operasi ini seseorang akan membutuhkan koreksi untuk kelainan refraksi mata yang menjadi afakia.
2.2.2        Katarak Traumatik
Untuk menjelaskan jenis katarak yang satu ini, anda diharapkan mengenal bagaimana bentuk katarak Traumatik, diantaranya :
a. Bentuk pupil pada lensa yang diakibatkan dari trauma tumpul yang berbentuk vossious ring yakni lingkaran yang membentuk granula cokelat kemerah-merahan yang berasal dari pigmen iris dengan garis tengah kurang lebih 1 mm. Secara normal ia menjadi padat sesudah trauma.
b. Pada katarak jenis ini katarak akan membentuk seperti roset, setelah beberapa minggu kejadian trauma. Trauma yang tumpul dapat mengakibatkan perubahan terhadap susunan serat-serat lensa dan susunan sistem suture yakni tempat pertemuan serat lensa sehingga terjadi pembentukan roset, roset sendiri ada yang bersifat sementara dan ada yang bersifat tetap.
c. Katarak traumata desiminata subepitel (ditemukan oleh Vogt) membentuk akibat keruhan yang bercak-bercak dan letaknya di bawah lapisan epitel lensa di bagian depan. Kekeruhan ini terkadang ada yang bersifat tetap dan tidak progresif.
d. Katarak Zonular dan lamelar. Pada katarak jenis ini lebih banyak ditemukan pada mereka yang usia muda yang sesudah trauma. Hal ini dikarenakan adanya perubahan pada meabilitas kapsul lensa yang mengakibatkan degenerasi lapisan kortek supersial. Trauma tumpul dapat disebabkan karena memar atau terbentur benda keras yang mengenai mata yang kemudian menjadi afakia.
Katarak akibat trauma tembus dapat dalam bentuk : Laserisasi yaitu robekan pada kapsul lensa. Bila kapsul robek dan isi lensa bercampur dengan cairan aqueous dapat timbul katarak total.
2.2.3        Katarak Sekunder
a. Gejala Subyektif : Dapat menyebabkan kemunduran tajam akan penglihatan
b. Gejala Obyektif : Akan terlihat menebal pada bagian kapsul anterior, kapsula posterior, masa lensa, cincin soemmering dan elschnig pearl. Cincin soemmering terjadi akibat kapsul anterior yang pecah dan bergerak ke arah pinggir dan melekat pada kapsul posterior meninggalkan daerah yang jernih di tengah, membentuk gambaran cincin. Pada pinggir cincin ini tertimbun serabut lensa dan epitel yang berproliferasi. Elschnig pearl adalah epitel subkapsuler yang berproliferasi dan membesar sehingga tampak sebagai busa sabun. Elschnig pearl ini mungkin akan menghilangkan dalam beberapa tahun oleh karena pecah dindingnya.
c. Afakia merupakan keadaan dimana lensa telah dikeluarkan dan akan timbul gejala mata yang tidak memiliki lensa lagi atau afakia, seperti Iris tremulan atau iris bergoyang, Bilik mata dalam, Hipermetropia tinggi dan biasanya sampai +10,00 sampai dengan +12,00 Dioptri. Untuk membaca dekat diperlukan tambahan lensa +3,00 Dioptri.
d. Lensa Intra Okuler adalah pada saat bedah katarak dilakukan penanaman lensa intraokular untuk afakia yang terjadi. Koreksi untuk mata afakia dapat memberikan beberapa keuntungan dan kerugian.
e. Retinopati adalah suatu kelainan pada retina yang bukan merupakan peradangan. Retinopati dapat disebabkan diabetes melitus, hipertensi dan leukemia, arteriosklerosis dan proses degenerasi lain.
2.2.4                    Katarak Insipien
adalah katarak berupa bercak-bercak seperti baji dengan dasar di perifer dan daerah jernih diantaranya. Kekeruhan biasanya terletak di korteks anterior atau posterior. Kekeruhan ini mula-mulanya tampak bila pupil dilebarkan sedangkan pada stadium lanjut puncak baji dapat tampak pada pupil normal. Kekeruhan ini dapat menimbulkan poliopia oleh karena indeks refraksi yang tidak sama pada semua bagian lensa.
2.2.5                    Katarak Imatur
adalah kekeruhan yang belum mengenai seluruh lapisan lensa, sehingga masih ditemukan bagian-bagian yang jernih. Pada keadaan ini dapat terjadi hidrasi korteks hingga lensa akan mencembung dan daya biasnya akan bertambah, yang memberikan miopisasi. Pencembungan lensa ini akan menyebabkan bilik depan mata akan menjadi lebih dangkal dan dapat memberikan penyulit glaukoma. Hal ini disebut katarak intumesen.
2.2.6                    Katarak matur
adalah kekeruhan yang telah mengenai seluruh masa lensa. Kekeruhan ini biasanya terjadi akibat deposisi ion Ca yang menyeluruh.

2.2.7                    Katarak Hipermatur
adalah katarak yang terjadi akibat korteks yang mencair sehingga masa lensa ini dapat keluar melalui kapsul. Akibat pencairan korteks ini maka nukleus “tenggelam” kearah bawah (jam 6)(katarak morgagni). Lensa akan mengeriput. Akibat masa lensa yang keluar kedalam bilik mata depan maka dapat timbul penyulit berupa uveitis fakotoksik atau galukoma fakolitik.
2.3  Katarak yang berkaitan dengan usia
merupakan jenis katarak yang paling umum. Berdasarkan lokasinya, terdapat 3 jenis katarak ini, yakni nuclear sclerosis, cortical, dan posterior subcapsular
2.3.1  Nuclear  sclerosis.  
Katarak terjadi tengah lensa. Pada tahap awal akan ada perubahan pada fokus cahaya. Untuk sementara waktu anda akan mengalami kemajuan penglihatan khususnya dalam membaca. Tetapi kemudian penglihatan akan mejadi menguning dan terbentu noda putih pada lensa. Lebih lanjut lagi daya lihat akan memburuk dengan penglihatan menjadi coklat. Pada tahap yang parah akan sulit membedakan warna karena pandangan akan menjadi biru atau ungu.

            2.3.2  Cortical.
 
Katarak ini dimulai dengan terbentuknya noda pada lapisan luar mata. Proses ini berjalan dengan lambat. Kemudian noda ini dapat menjalar ke bagian tengah lensa dan mengganggu aliran cahaya ke pusat lensa. Orang dengan katarak jenis ini akan mengalami silau ketika melihat cahaya.
2.3.3 Posterior Subcapsular.
Katarak jenis ini dimulai dengan terbentuknya area buram dibawah lensa. Katarak ini biasanya terbentuk di belakang lensa yang merupakan jalan cahaya ke retina mata. Katarak ini sering mempengaruhi kemampuan baca, mengurangi kemampuan melihat dalam cahaya terang dan menyebabkan silau atau lingkaran cahaya ketika melihat sinar di malam  hari.
2.4      Gejala atau tanda-tanda umum gangguan dari mata katarak, meliputi :
1. Pandangan mata atau penglihatan terlihat samar atau kurang jelas sehingga tidak mampu melihat atau membaca objek
2. Sensitif terhadap pancaran cahaya atau sinar
3. Jika melihat objek benda atau cahaya hanya dengan satu mata saja, objek atau cahaya terlihat seperti ganda / double.
4. Dibutuhkan pencahayaan yang cukup terang untuk dapat membaca dan melihat.
5. Lensa mata dirasakan seperti buram atau seperti kaca susu.

2.5  Katarak tidak hanya terjadi pada mereka yang berusia lanjut saja, katarak juga dapat mengidap pada bayi karena sang ibu terinfeksi virus pada saat hamil. Penyebabnya ialah :
1. Faktor keturunan
2. Cacat bawaan sejak lahir.
3. Masalah kesehatan, misalnya teridentifikasi penyakit diabetes.
4. Penggunaan obat tertentu, khususnya steroid.
5. Mata tanpa pelindung terkena sinar matahari dalam waktu yang cukup lama.
6. Pernah melakukan operasi mata sebelumnya.
7. Pernah mengalami trauma akibat kecelakaan yang mengenai bagian sekitar mata.

2.6      Penyebab Dan Cara Pengobatan Penyakit Mata Katarak
Paling sering yang menjadikan penyebab terjadinya katarak adalah karena usia bertambah dan adanya penyakit terkait yang dimiliki seseorang yang mempengaruhi mata yang menimbulkan gejala penyakit katarak, selain itu juga karena faktor genetika ( keturunan ).
Menurut data yang diperoleh penderita mata katarak paling banyak ditemui pada saat seseorang memasuki usia lanjut, bahwa lebih dari 90 % mereka yang berusia 65 tahun keatas menderita katarak dan sekitar 55 % mereka yang berusia 75-85 tahun keatas mengalami penurunan kemampuan penglihatan akibat dari gejala katarak. Katarak dapat diobati dan diperkecil, namun saat ini katarak masih menjadi faktor utama penyebab kebutaan di dunia.
Banyak diantara penderita katarak tidak menyadari bahwa dirinya mengalami gejala atau bahkan mengidap penyakit mata katarak. Gejala pada katarak berjalan begitu perlahan namun pasti akan membuat penglihatan seseorang menjadi kabur atau bahkan hilang. Seseorang baru akan mengetahui dan menyadarinya, apabila katarak tersebut telah memasuki stadium akhir setelah 3-5 tahun kemudian.
Pada mulanya penderita katarak mengalami beberapa gangguan kecil seperti penyakit mata lainnya seperti gatal-gatal pada mata, mata sering berair , jika pada malam hari mata mulai melemah dan tak mampu melihat dan tidak dapat menahan silau cahaya atau kontak langsung dengan cahaya, mata dan kepala akan langsung terasa sakit. Lambat laun mata akan menunjukkan noda putih pada bagian tengah lensa mata meski tidak seluruhnya menutupi lensa mata, noda putih atau katarak akan menutupi bagian lensa mata ketika katarak dinyatakan memasuki stadium akhir atau parah. Penderita katarak akan kehilangan kemampuan dalam penglihatan.




2.7      Pengobatan secara Medis
Secara medis untuk mengobati katarak adalah dengan operasi dengan cara lapisan mata diangkat dan diganti dengan lensa mata yang baru ( buatan / lensa intraokuler ). Namun operasi tersebut tidak menjamin 100 % sembuh. Adapula operasi dengan menggunakan sinar laser. Semua cara pengobatan atau langkah dengan operasi semua bergantung pada kemampuan ekonomi pasien itu sendiri, karena operasi mata katarak ini membutuhkan biaya yang cukup banyak dan mahal.
Biaya yang dibutuhkan untuk sekali melakukan operasi mata katarak saat ini adalah Rp. 5.000.000 untuk 1 mata, jika di tahun sebelumnya sebesar Rp. 3.750.000 dan ditambah dengan biaya pembelian obat yang harus diminum rutin serta pemeriksaan kembali pasca operasi, tentunya hal ini menjadi pertimbangan yang cukup berat bagi penderita katarak yang tidak mampu melakukan pengobatan terbaik. Tak ayal di Indonesia penderita katarak semakin meningkat sekitar 240.000 jiwa per tahunnya, salah satunya faktor biaya tersebut serta perawatan ekstra yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Selain itu pasien yang telah melakukan operasi mata katarak, harus menggunakan kacamata pelindung mata diganti dengan menggunakan kacamata hitam dari plastik setelah 2-3 selesai operasi, kacamata tersebut dikenakan ketika anda hendak tidur. Masa perawatan untuk pemulihan kembali mata pasca operasi membutuhkan waktu paling lama 1 – 1,5 bulan dan paling singkat adalah 1 minggu. Namun semua itu tergantung pada kondisi katarak dan jenis operasi yang dilakukan, tentunya semua itu dibutuhkan kedisplinan dan kesabaran dalam masa perawatan jika ingin mendapatkan hasil yang diinginkan.







2.8           Contoh gambar mata yang Terkena Penyakit Katarak

                        Gambar I

Gambar II

                                                                                      Gambar III
                       
BAB III
Penutup

3.1  Kesimpulan
Katarak merupakan suatu jenis penyakit mata yang dicirikan dengan adanya noda putih seperti awan pada lensa mata. Katarak merupakan salah satu penyakit mata yang dapat menyebabkan kebutaan permanen. Hal tersebut didukung oleh faktor usia, radiasi dari sinar ultraviolet, kurangnya gizi dan vitamin serta faktor tingkat kesehatan dan penyakit yang diderita. Penderita katarak akan mengalami gejala-gejala umum seperti penglihatan mulai kabur, kurang peka dalam menangkap cahaya sehingga cahaya yang dilihat hanya berbentuk lingkaran semu, lambat laun akan terlihat seperti noda keruh berwarna putih di bagian tengah lensa, kemudian penderita katarak ini akan sulit menerima cahaya untuk mencapai retina dan akan menghasilkan bayangan yang kabur pada retina.
3.2  Saran
            Perawat dan pembaca diharapkan mampu memahami penyakit katarak serta gejala klinis penyakit tersebut, dan sebagai seorang perawat kita dituntut mampu mengapresiasikan di dalam kehidupan masyarakat, maka dari itu di butuhkan kritik dan saran dari pembaca agar makalah ini dapat menjadi lebih sempurna lagi.











BAB IV
Daftar Pustaka

Makalah ini di buat pada tanggal 29 September 2012 dan di peroleh dari berbagai sumber.

No comments:

Post a Comment